PPKM Level 3 Batal, Yogyakarta Tunggu Hasil Asesmen

LIMAPAGI - Pemerintah pusat membatalkan pemberlakuan PPKM Level 3 di seluruh Indonesia menjelang dan saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022. Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta tetap memberlakukan pengetatan, bahkan jika melanggar lebih satu kali bakal diberi sanksi.

Sekretaris Daerah Istimewa Yogyakarta Kadarmanta Baskara Aji mengakui, jika pemberlakuan PPKM Level 3 diterapkan memberi dampak positif dan negatif. Dampak positifnya, agar masyarakat tidak lalai terhadap protokol kesehatan, namun tentu dampak negatif dari sisi ekonomi.

Baca Juga: Sleman Tak Kendor Pengawasan Meski PPKM Level 3 Batal Diterapkan

"Karena kehadiran wisatawan selama ini menjadi kunci pertumbuhan ekonomi di Yogyakarta. Pariwisata kan ikon Yogyakarta," katanya, Rabu, 8 Desember 2021.

Setelah pemerintah pusat membatalkan pemberlakuan PPKM Level 3, maka kebijakan terbaru saat Nataru berdasarkan atau disesuaikan dengan hasil asesmen. "Apakah Yogyakarta masuk asesmen level 1, 2 atau 3 belum tahu. Prinsipnya Yogyakarta akan melakukan kebijakan sesuai asesmen tersebut, bukan melakukan kebijakan secara umum," jelasnya.

Pada prinsipnya, semua pihak diimbau menerapkan protokol kesehatan, terutama destinasi wisata atau hotel. Jika ada kerumunan pihak pengelola harus menegur.

Baca Juga: PPKM Level 3 saat Nataru Dibatalkan, Ini Respons Anak Buah AHY

Dia menegaskan, meski PPKM Level 3 batal diterapkan, Pemda DIY tetap memberlakuan pengetatan dalam protokol kesehatan. Jika ada yang melanggar diminta melakukan perbaikan.

"Kalau ditegur dan masih melakukan pelanggaran, terpaksa kita akan menutup yang melanggar itu, entah destinasi wisata, hotel dan lainnya," ungkapnya.

Lebih lanjut Mantan Kepala Disdikpora DIY ini mengatakan, saat ini kasus Covid-19 di Yogyakarta sudah melandai. Bed Occupancy Rate (BOR) rumah sakit terkendali. "Namun harus tetap waspada dan berhati-hati agar kasus terus melandai," kata dia.

KABAR LAINNYA