Pengusaha: Pembatalan PPKM Level 3 saat Nataru Tingkatkan Ekonomi RI

LIMAPAGI - Pelaku usaha menyambut gembira kebijakan Pemerintah yang membatalkan penerapan PPKM Level 3 pada saat liburan Natal Tahun Baru. Di mana, awal rencananya tanggal 24 Desember 2021 sampai 2 Januari 2022.

Ketua Umum DPD HIPPI DKI Jakarta Sarman Simanjorang mengatkan, pembatalan ini akan mampu meningkatkan produktivitas perekonomian Indonesia di akhir tahun. Di mana berbagai sektor usaha punya kesempatan meningkatkan omzetnya untuk memperkuat arus kas ditengah ketidakpastian akibat pandemi covid 19.

Baca Juga: Pemerintah Batal Terapkan PPKM Level 3 di Seluruh Indonesia saat Nataru

Adapun sektor usaha seperti pusat perbelanjaan atau mall, hotel, restoran,Cafe, pusat hiburan dan wisata, transportasi, aneka UMKM.

"Tentu ini juga menjadi momentum meningkatkan konsumsi rumah tangga untuk dapat memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional kuartal IV yang ditargetkan dikisaran 5,5-6 persen," ujar Sarman dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 7 Desember 2021.

Dirinya mengatakan, dengan pembatalan ini akan sangat mungkin target tersebut tercapai. Bahkan terbuka kemungkinan di atas target di kisaran 6,5-7 persen mengingat Indeks Keyakinan Konsumen pada bulan Oktober 2021 sudah kembali ke level optimis diangka 113,4.

"Dengan demikian pertumbuham ekonomi nasional tahun 2021 yang ditargetkan dikisaran 3,7-4,5 persen berpeluang tercapai," ujarnya.

Dirinya pun mengajak kepada semua pelaku usaha agar kebijakan pemerintah ini harus dijaga bersama dengan menjalankan prokes secara ketat di tempat usaha masing-masing. Pelaku usaha harus berjuang bersama agar jangan sampai terjadi gelombang ketiga di tahun 2022 terlebih munculnya varian baru Omicron.

"Kita mendukung penuh berbagai langkah proteksi yang dilakukan Pemerintah agar varian omicron jangan sampai masuk ke Indonesia," ujarnya.

Baca Juga: PPKM Level di Luar Jawa dan Bali Diperpanjang Hingga 23 Desember 2021

Dirinya pun mengatakan, proses pemulihan ekonomi yang sudah berjalan dengan baik ini harus dijaga bersama agar gairah ekonomi ditahun 2022 semakin produktif mengarah ke pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.

"Pelaku usaha menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah atas pembatalan ini karena akan semakin meningkatkan kepercayaan pelaku usaha terhadap masa depan ekonomi kita yang lebih baik," ujarnya.

KABAR LAINNYA