Pengusaha Indonesia Keturunan India Diguga Lakukan KDRT Kepada Istrinya

LIMAPAGI - Pengusaha Indonesia keturunan India, Prithvi Vaswani dilaporkan oleh istrinya Roshni Lachiram Parvani akibat dugaan tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) selama pernikahan.

Keduanya menikah pada 2009 dan mulai proses cerai pada 2019 lalu. Gugatan perceraian dilayangkan oleh Prithvi kepada Roshni. Sementara, Roshni mengaku terus mengalami kekerasan, baik fisik maupun psikis sepanjang 10 tahun pernikahan. Sang suami juga seringkali diduga memiliki hubungan gelap dengan perempuan lain.

Baca Juga: Komnas HAM Minta Ada Efek Jera ke Polisi yang Lakukan Kekerasan di Luar Protap

Kuasa Hukum Roshni, Benny Wulur menjelaskan, dalam amar putusan PN Jakarta Selatan pada 2019, kliennya berhasil mendapatkan hak asuh anak atas gugatan perceraian tersebut.

Namun putusan itu dianulir ditingkat Pengadilan Tinggi Jakarta, sehingga hak asuh anak jatuh kepada sang suami dan dikuatkan oleh Mahkamah Agung (MA).

Dugaan Benny bukan tanpa alasan, pasalnya, bukti-bukti dugaan kekerasan rumah tangga kepada kliennya tersebut sudah jelas ditunjukan saat persidangan, mulai dari foto luka lebam hingga hasil visum.

“Kita juga tunjukkan dugaan selingkuhnya lewat foto2 dan bahkan ada video yg menunjukkan diduga kuat suaminya suka mabok,” kata Benny melalui keterangannya, Jumat, 15 Oktober 2021.

“Kita sudah buktikan hal tersebut kepada hakim, tapi sayangnya Bukti-bukti tersebut diabaikan oleh Hakim Tinggi dan Hakim MA,” sambung Benny.

Benny pun menuntut agar pihak kepolisian bisa segera melimpahkan kasus KDRT ketingkat Kejaksaan, karena laporan KDRT yang sudah dibuat kliennya pada 2019 lalu sampai sekarang hanya jalan di tempat.

“Dalam waktu dekat kita akan ke Polda Metro lagi untuk mendesak aparat kepolisian melanjutkan lagi kasus ini,” tuturnya.

Baca Juga: Kekerasan terhadap Anak di Bandung Meningkat selama Pandemi Covid-19

Pasca mandeknya kasus KDRT tersebut, anak dari hasil pernikahan mereka mengalami trauma yang cukup berat dan membutuhkan bimbingan konseling dari psikolog anak.

“Kita meminta bantuan Kak Seto (Mulyadi) sebagai psikolog anak tersebut. Saat ini anak itu ada dalam perlindungan Kak Seto,” tutup Benny.

KABAR LAINNYA

Discussion about this post