Tersangka Korupsi GOR Cangkring Gugat Praperadilan Kejari Kulon Progo

LIMAPAGI – Pejabat Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulon Progo berinisial RS, yang ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi pembangunan Gedung Olahraga (GOR) Cangkring Wates menggugat pra peradilan penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kulon Progo ke Pengadilan Negeri Wates.

RS selaku pemohon memandang prosedur penetapan status tersangka tidak tepat. Gugatan pra peradilan sudah tercatat di PN Wates dengan nomor 2 pid pra 2021 PN Wat.

Saat dikonfirmasi, Juru Bicara Pengadilan Negeri Wates, Evi Insiati mengakui PN Wates telah menerima permohonan gugatan pra peradilan dari pemohon dengan penasihat hukumnya Dwi Haryanto. Sedangkan termohon gugatan pra peradilan yakni Kejaksaan Negeri Kulon Progo.

Baca Juga: Pejabat Disdikpora Kulon Progo Tersangka Pembangunan GOR Cangkring

Dalam permohonan ini, pemohon mempermasalahkan sah tidaknya penetapan tersangka. Sidang sudah dimulai pada Senin, 22 November 2021 dengan agenda pembacaan permohonan. Sidang dilanjutkan pada Selasa dengan jawaban.

Sedangkan hari ini duplik dan pembuktian surat dan pemeriksaan saksi-saksi. “Gugatan pra peradilan ini dibatasi tujuh hari, sehingga besok Senin sudah putusan,” kata Evi, Rabu, 24 November 2021.

Baca Juga: Kejagung Sita Hotel Lafayette Yogyakarta Terkait Korupsi Asabri Rp22 T

Penasihat Hukum RS, Tuson Dwi Haryanto mengatakan gugatan pra peradilan ini dilakukan karena menilai penetapan kliennya sebagai tersangka tidak tepat dan terlalu cepat. Sesuai aturan KUHAP, minimal harus didukung dengan dua alat bukti.

"Penetapan tersangka harus ada kerugian negara. Saat ini belum ada kerugian negara. Itu yang menjadi dasar gugatan pra peradilan kami," katanya.

Namun Dwi Haryanto enggan membeberkan permasalahan kerugian negara. Menurutnya, hal itu akan menjadi materi pokok dalam persidangan nanti. "Kami khawatir jika diungkapkan saat justru akan menjadi titik lemah bagi kliennya," ungkapnya.

KABAR LAINNYA

Discussion about this post