Omicron Masuk, Menkes Ungkap Tingkat Keterisian Ranjang Rumah Sakit

LIMAPAGI - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkap kesiapan fasilitas rumah sakit di Indonesia saat ini. Menurut Budi, kini ranjang rumah sakit di Indonesia sudah terisi 3 ribu orang dari total kapasitas.

“Terakhir Pemerintah sudah mempersiapkan RS. Kita memiliki 80 ribu tempat tidur yang siap sekarang, yang sudah terisi 3 ribu. Jadi, kita masih punya room yang cukup banyak dan kita masih bisa meningkatkan jumlah kamar RS ke angka 190 ribu. 3 ribu sekarang yang sudah didiami pasien covid-19,” kata Budi dalam konferensi pers, Rabu 12 Januari 2022.

Baca Juga: Kembali Naik, RSDC Wisma Atlet Kemayoran Rawat 2.066 Pasien Covid-19

Budi memastikan pemerintah telah menyiapkan obat molnupiravir sebanyak 4000 ribu. Obat tersebut merupakan jenis obat covid-19 yang baru saja masuk ke Indonesia.

“Kita juga sudah memastikan prokes yang baru untuk perawatan di RS belajar dari pengalaman yang sudah kita jalani. 16 ribu lebih oksigen generator sudah kita distribusikan ke seluruh RS di seluruh Indonesia, dan lebih dari 36 oksigen generator sudah kita remote di RS luar Jawa,” ujar Budi.

Meski pihaknya telah melakukan berbagai persiapan, Budi meminta masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan agar bisa menekan laju penularan.

“Sekali lagi, kita tetap waspada, kita hati-hati, kita siaga, tidak usah panik melihat kenaikan kasus nantinya, insyaallah kalau kita bekerja bersama kita pasti bisa,” tandas Budi.

Baca Juga: Begini Cara Cek Tiket dan Jadwal Vaksinasi Booster di PeduliLindungi

Sebelumnya, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkap kasus baru covid-19 di Indonesia melesat. Pada Selasa 11 Januari 2022 ada sebanyak 802 orang kasus baru.

“Hari ini jumlah kasus mencapai 802 kasus, tetapi sebagian masih disumbangkan oleh PPLN. Dari 537 kasus di Jakarta, 435 kasus berasal dari PPLN,” kata Luhut dalam konferensi pers Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat, Rabu 12 Januari 2021.

Menurut Luhut Indonesia harus mulai bersiap untuk menghadapi potensi lonjakan kasus covid-19 akibat Omicron. Lonjakan itu, kata Luhut, bisa seperti negara lain.

Luhut meminta masyarakat untuk tidak melakukan perjalanan luar negeri selama 2 hingga 3 pekan ke depan. Hal itu dilakukan demi mencegah penyebaran Omicron semakin parah.

“Kami sekali mengimbau masyarakat untuk tidak berpergian dulu ke luar negeri dalam 2 sampai 3 minggu depan, kami akan terus memonitor secara ketat perkembangan kasus dan akan mengambil langkah-langkah antisipasi yang diperlukan,” imbuh Luhut.

KABAR LAINNYA