Beri Rasa Tenang dan Fokus Bekerja Jadi Alasan Ardhito Pramono Pakai Ganja

LIMAPAGI - Aktor sekaligus musisi Ardhito Pramono ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus penyalahgunaan narkoba jenis ganja. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan mengatakan, Ardhito mengaku mengonsumsi ganja untuk membuat dirinya tenang.

"Adapun alasan yang digunakan atau pun disampaikan dalam penggunaan narkotika jenis ganja ini adalah untuk bisa memberikan rasa tenang dan juga fokus dalam bekerja," ungkap Zulpan dilansir dari siaran langsung akun Instagram Polres Metro Jakarta Barat, Kamis, 13 Januari 2022.

Baca Juga: Pakai Narkoba Jenis Ganja, Ardhito Pramono Ditetapkan Jadi Tersangka

Zulpan menyampaikan, Ardhito ditangkap di kediamannya di kawasan Klender, Jakarta Timur, pada Rabu, 12 Januari 2022 pukul 02.00 WIB. Dia ditangkap saat tengah mengonsumsi ganja.

"Bermula dari suatu TKP di daerah Jakarta Barat, yaitu di daerah Kebon Jeruk. Kemudian dilakukan pengembangan dan pembututan hingga akhirnya berakhir di tempat ditangkapnya tersangka itu, yaitu di daerah Klender, Jakarta Timur," beber Zulpan.

Zulpan berujar, Ardhito mendapatkan ganja tersebut dari seseorang yang kini sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Ardhito, kata Zulpan, telah mengenal barang haram itu sejak 2011.

"Yang bersangkutan mengakui mengenal ganja ini sejak tahun 2011, kemudian sempat berhenti beberapa saat, kemudian mulai aktif lagi menggunakan tahun 2020 sampai dengan tertangkap kemarin," katanya.

Urine bintang film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini tersebut juga sudah diperiksa. Hasilnya, positif mengandung ganja. Zulpan menambahkan, pihaknya mengamankan sejumlah barang bukti dalam penangkapan tersebut.

Di antaranya, dua paket plastik klip berisi ganja dengan berat bruto 4,80 gram, satu bungkus kertas pavir, 21 butir pil obat beserta resep dokternya, dan handphone Ardhito.

Baca Juga: Ardhito Pramono Pakai Ganja Sejak 2011, Sempat Setop dan Mulai Lagi pada 2020

Atas perbuatannya, Ardhito dijerat Pasal 127 ayat 1 Undang-undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman penjara paling lama 4 tahun.

"Jadi saat ini yang bersangkutan sudah ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan di Polres Metro Jakarta Barat," tutur Zulpan.

KABAR LAINNYA