Diduga Sunat Dana Hibah, Petinggi KONI Kudus Buka Suara

LIMAPAGI - Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kudus periode 2021-2025, Imam Triyanto, buka suara menanggapi pemeriksaan Kejaksaan Negeri Kudus. Tanggapan beragam mereka lontarkan menyoal isu dugaan sunat dana hibah pengurus cabang (Pengcab) olahraga.

Imam membenarkan ada pengurusnya yang diperiksa Kejaksaan Negeri Kudus. Hanya saja, dalam undangan pemeriksaan tidak menyebutkan dugaan sunat dana hibah. Melainkan dugaan penyelewengan keuangan di tubuh KONI.

"Di undangan yang kami terima itu terkait dugaan penyalahgunaan atau penyelewengan keuangan KONI," ujar Imam, Jumat 15 Oktober 2021.

Baca Juga: Kejari Kudus Periksa KONI soal Dugaan Dana Hibah Disunat

Menurutnya, Kejaksaan Negeri Kudus kurang pas melakukan pemeriksaan pada kepengurusan KONI periode 2021-2025. Sebab anggaran yang ada masih berjalan dan belum saatnya mempertanggungjawabkan.

"Yang menjadi lucu, kami yang di tahun 2021 ini anggarannya masih berjalan dan belum saatnya mempertanggungjawabkan. Kalau ada temuan, temuan di tahun berapa biar kami bantu," tandasnya.

Lebih lanjut, Imam menegaskan pihaknya bersikap kooperatif dan proaktif dengan pemeriksaan yang dilakukan Kejaksaan Negeri Kudus. Pada awak media, dia mengungkapkan ada empat pengurus yang diundang Kejaksaan Negeri Kudus.

"Ada empat yang dipanggil, pengurus yang berkaitan dengan anggaran maupun pengurus yang tidak berkaitan dengan penganggaran," ungkapnya.

Terpisah, Ketua KONI Kudus periode 2019-2020, Antoni Alfin, mengaku dirinya belum mengetahui informasi tersebut. Dirinya mengaku belum mendengar Kejaksaan Negeri Kudus melakukan pemeriksaan terkait potongan dana hibah Pengcab.

"Saya belum tahu kalau ada pemeriksaan," ujarnya singkat.

Sementara itu, Ketua KONI Kudus periode 2010-2018, Riduwan, mengatakan jika pemeriksaan semacam ini bukanlah hal baru baginya. Sebelumnya, kepengurusannya juga pernah dilaporkan ke Kejaksaan Tinggi Negeri dan Polda Jawa Tengah terkait permasalahan serupa.

Meski begitu, Riduwan menanggapinya dengan santai. Sebab laporan keuangan KONI selama kepemimpinannya telah diperiksa dan dinyatakan beres oleh BPK.

"Intinya jangan dugaan-dugaan saja, ini justru meresahkan. Jika benar ada pemotongan siapa yang memotong, siapa yang dipotong dan berapa potongannya. Semuanya harus jelas," pungkasnya.

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri Kudus memeriksa pengurus KONI setempat atas dugaan sunatan dana hibah untuk sejumlah Pengcab olahraga. Pemeriksaan dilakukan pada pengurus KONI periode 2016-2021.

Baca Juga: Demi Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno Upayakan Dana Hibah Rp3,3 Miliar Cair

Kepala Kejaksaan Negeri Kudus, Ardian, mengatakan beberapa waktu lalu pihaknya mendapat aduan dari masyarakat terkait praktek pemotongan dana hibah untuk Pengcab. Informasi yang diterimanya pengurus KONI melakukan pemotongan sebesar Rp2 juta pada setiap Pengcab.

"Soal dana hibah dari KONI katanya ada pemotongan sebesar Rp2 juta per Pengcab. Ini kita lakukan pengumpulan data dan keterangan dari pengurus KONI periode 2016-2021," jelas Ardian, Jumat 15 Oktober 2021.

KABAR LAINNYA

Discussion about this post