Polisi Tangkap 9 Bocah Klitih, Diduga Bacok Orang di Kota Yogyakarta

LIMAPAGI - Sembilan anak di bawah umur diduga sudah melakukan aksi kejahatan pembacokan di Mantrijeron, Kota Yogyakarta, Kamis, 25 November 2021 dini hari tadi. Tak lama berselang para terduga klitih ditangkap di Jaten, Ngestiharjo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul. Senjata tajam jenis celurit, gergaji dan gear serta empat sepeda motor milik terduga pelaku turut diamankan.

Kepala Unit Reskrim Polsek Kasihan Iptu Madiono mengatakan, penangkapan terhadap anak-anak di bawah umur ini saat petugas mendapat informasi kejaidna pembacokan di Kota Yogyakarta. Setelah itu mereka meninggalkan lokasi menuju ke arah selatan arah Kasihan Bantul.

Baca Juga: Viral Isi Aturan Tawuran Dua Geng yang Menewaskan Satu Orang di Bantul

Petunjuk yang didapatkan, mereka mengendarai motor Matic. Petugas menemukan sejumlah motor berada di depan sebuah rumah. "Kami datangi rumah itu dan sembilan anak ada di rumah itu. Mereka saat kami datangi mereka pura-pura tidur. Saat itu sekitar jam lima pagi," ungkapnya, Kamis, 25 November 2021.

Saat didata, sembilan anak ini semuanya masih di bawah umur atau kelahiran tahun 2003-2004. Inisial mereka antara lain, FC, RA, AC, MN, MR, RF, MG, GP. "Lima di antaranya warga Sleman, sisanya dari Kota Yogyakarta dan Bantul," ungkapnya.

Baca Juga: Satu Meninggal dalam Tawuran Dua Geng Pelajar di Bantul Yogyakarta

Petugas melakukan penggeledahan di rumah itu dan menemukan senjata tajam. "Kami menemukan celurit, gergaji, gear. Senjata tajam itu ada yang disembunyikan di bawah kasur, ada yang di pekarangan," ungkapnya.

Mereka mengakui senjata tajam adalah milik mereka, namun tidak mengaku sudah melakukan pembacokan di Mantrijeron. "Kami tidak percaya begitu saja, karena informasi dari Polresta kejadian di Mantrijeron ada tiga korban kena sajam," ungkapnya.

Iptu Madiono mengungkapkan, saat ini pihaknya masih mendalami perkara ini. Jika mereka terlibat pembacokan di Manttrijeron, maka akan diproses di Polresta. "Kalau tidak terlibat, kami tetap memprosesnya dengan memakai Undang-undang Darurat (kepemilikan senjata tajam)," jelasnya.

KABAR LAINNYA

Discussion about this post