Upah Minimum Pekerja Lebih dari Setahun di Kudus Diusulkan Rp2,3 Juta

LIMAPAGI - Upah minimum pekerja Kudus dengan masa kerja lebih dari setahun diusulkan sebesar Rp2.344.652,06. Angka ini didapat berdasarkan hasil perhitungan struktur dan skala upah (SUSU) tahun 2022 yang ditetapkan Gubernur Jawa Tengah.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Perindustrian Koperasi dan UKM Kabupaten Kudus, Rini Kartika Hadi Ahmawati mengatakan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo telah menentukan upah minimum Kabupaten Kudus tahun 2022 senilai Rp2.293.058,93.

Baca Juga: Soal UMP 2022, Bahlil Minta Buruh Berjiwa Besar

Meski begitu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 561 tentang Struktur dan Skala Upah di Perusahaan Tahun 2022. Dalam surat edaran tersebut mengatur, perusahaan wajib memberlakukan SUSU pada pekerja dengan masa kerja di atas setahun.

"Di sana dijelaskan, jika perusahaan wajib memberikan tambahan upah minimal sebesar 2,25 persen pada pekerja di atas setahun. Besaran kenaikan ini menyesuaikan besaran inflasi 1,28 persen ditambah laju pertumbuhan ekonomi 0,97 persen," jelas Rini, Kamis, 2 Desember 2021.

Secara rinci, Rini menyebutkan pekerja dengan masa kerja di atas setahun nanti akan mendapatkan tambahan upah sebesar Rp51.593,8. Jika dikalkulasi dengan UMK Kudus tahun 2022, besaran upah minimum yang dapat pekerja lebih dari setahun senilai Rp2.344.652,06.

"Ini batas minimum upah yang diterima para pekerja dengan masa kerja di atas setahun. Jika ada perusahaan yang mampu memberikan lebih, kami persilahkan," tuturnya.

Baca Juga: KSPI: Buruh Berencana Aksi Mogok Nasional 6-8 Desember

Rini menegaskan jika pihaknya menyerahkan sepenuhnya penyusunan SUSU pada masing-masing pengusaha dan serikat buruh. Sebab mereka paling tahu kondisi keuangan perusahaan.

"Perusahaan kan ada yang terdampak pandemi ada yang tidak. Yang paling tahu kondisinya ya pengusaha dan buruh di sana. Biar mereka berdiskusi menentukan struktur dan skala upah di perusahaannya," ungkapnya.

Terpisah, Ketua Apindo Kudus, Bambang Sumadiyono mengungkapkan sampai saat ini pihaknya belum ada kesepakatan terkait penetapan SUSU sebesar 2,25 persen.

Meski begitu, Bambang mengaku pemberian upah tambahan senilai Rp51.593,8 pada pekerja dengan masa kerja di atas setahun sepertinya tidak menjadi kendala bagi para pengusaha di Kudus.

"Kalau dari pihak Apindo belum ada kesepakatan secara tertulis. Tapi kami tidak mempermasalahkan. Angka ini saya rasa masih bisa dicapai perusahaan di Kudus," tuturnya.

Sesuai instruksi Gubernur Jawa Tengah, Bambang mengungkapkan bulan ini Apindo bersama SPSI akan membuat kesepakatan terkait penetapan SUSU. Hasil perhitungan SUSU itu selanjutnya akan diserahkan ke Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Jawa Tengah dengan batas akhir penyerahan 31 Desember 2021.

KABAR LAINNYA