Pejuang Lingkungan Ditangkap, Warga Geruduk Polresta Pekalongan

LIMAPAGI - Sejumlah warga menggeruduk Polresta Pekalongan pada Jumat sore, 15 Oktober 2021. Mereka datang untuk meminta penangguhan penahanan terhadap dua pejuang lingkungan yang ditangkap Satreskrim Polresta Pekalongan.

Dikutip dari postingan Walhi Jawa Tengah, Muhammad Afif ditangkap Satreskrim Polresta Pekalongan pada Jumat pagi, sekitar pukul 09.15 WIB. Dia ditangkap di parkiran salah satu bank di Kota Pekalongan.

Saat itu, Muhammad Afif baru keluar dari bank dan bermaksud mengambil motor ke parkiran. Tiba-tiba tiga orang anggota polisi mendatangi dan menggelendangnya ke Mapolresta Pekalongan.

Baca Juga: TPST Bantar Gebang Nyaris Penuh, Walhi Singgung Minimnya Peran Pemerintah

Selain Muhammad Afif, polisi juga menangkap Kurohman. Keduanya kini menjalani pemeriksaan di Satrekrim Polresta Pekalongan atas dugaan perusakan.

Naskun, Kuasa Hukum meminta agar aparat bisa berhenti melakukan kriminalisasi pada para pejuang lingkungan. Pihaknya mengecam aksi penangkapan yang dilakukan anggota kepolisian Polres Pekalongan Kota.

"Mereka ditangkap Polres Pekalongan Kota dengan dugaan perusakan. Kami melihat ini merupakan upaya kriminalisasi yang ditujukan pada pejuang lingkungan," kata Naskun, Jumat, 15 Oktober 2021.

Manurutnya, penangkapan ini bagian dari upaya pembungkaman yang dilakukan Polres Pekalongan Kota. Agar warga tidak melakukan perlawanan terhadap pencemaran dari PT Pajitex.

"Saat dua warga ini ditahan langkah mereka memperjuangkan lingkungan yang sehat terhenti. Karena mereka tidak dapat melaporkan tindakan pencemaran lingkungan ini ke Ombudsman dan Komnas HAM RI," tuturnya.

Baca Juga: Walhi Minta Anies Batalkan Proyek 'Bakar Sampah' di Taman Tebet

"Lingkungan hidup yang baik dan sehat merupakan hak semua masyarakat termasuk warga Watusalam, Kota Pekalongan yang selama ini menjadi korban pencemaran udara PT Pajitex," imbuhnya.

Di depan Mapolres Pekalongan Kota, warga mengumpulkan surat permintaan penangguhan penahanan. Surat ini rencananya akan dilayangkan secara kontinyu oleh warga, hingga permintaan mereka dikabulkan.

Diketahui, warga Desa Watusalam, Kecamatan Buaran merasa terganggu dengan polusi udara yang ditimbulkan akibat operasional PT Pajitex. Dimana suara bising mesin boiler, asap tebal, berdebu dan berbau menggaggu aktivitas warga di sekitarnya. Warga sudah beberapa kali mengadukan hal ini ke pemerintah. Hanya saja, aduan tersebut belum mendapat tanggapan.

KABAR LAINNYA

Discussion about this post