Eks Finalis Puteri Indonesia Olvah Alhamid Diduga Rasis, Ini Klarifikasinya

LIMAPAGI - Nama Olvah Alhamid menjadi ramai diperbincangkan setelah melontarkan pernyataan yang diduga rasis.

Mantan finalis Puteri Indonesia 2015 dari Papua Barat itu mengkritik Warga Negara Asing (WNA) China yang datang ke Indonesia, lewat story Instagram-nya @olvaholvah.

Video viral itu salah satunya dibagikan ulang akun Instagram @kamerapengawas pada Selasa, 7 Desember 2021.

Terlihat di dalam video Olvah sedang berada di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang. Di sana ia menjumpai banyak WNA China yang datang ke Indonesia.

Baca Juga: Video Pamer Seragam Viral, Pasangan Polisi dan Bhayangkari Ini Diciduk

"Bingung aja masih banyak banget WNA boleh masuk keluar apalagi yang dari China. Tadi di bandara Kendari mereka banyak banget. Apalagi pas di bandara Makassar, udah berasa di Beijing," tulis Olvah dalam videonya.

Dalam video, itu Olvah pun mengucapkan kata-kata yang kemudian dianggap menyindir etnis Tionghoa.

"Nih orang-orang ini, orang-orang China semua nih. Mereka takut sama kita padahal mereka yang bawa penyakit ke Indonesia. Hey, China China, heh, hohaho," ujar Olvah.

Unggahan video Olvah itu menuai banyak kecaman dari warganet. Tindakan Olvah dinilai tidak sesuai dengan profil di akun media sosialnya.

Di sana tertulis dirinya adalah pejuang stop rasisme dan diskriminasi.

Setelah unggahan videonya viral, Olvah kemudian memberikan klarifikasi dan permintaan maaf.

"Saya ingin meminta maaf sebesar-besarnya, sedalam-dalamnya terhadap apa yang saya bilang di dalam video itu, yang seharusnya tidak saya lakukan," ucap Olvah lewat video yang diunggah di akun @olvaholvah pada Selasa, 7 Desember 2021.

Olvah Alhamid juga menjelaskan, sebelum video itu diambil, ia dan teman-temannya mendapatkan perlakuan tidak pantas dari WNA China.

Itu yang kemudian mengingatkan Olvah akan tindakan rasis yang sering ia alami di masa lalu, saat duduk di bangku sekolah.

"Sebelum video itu perlakukan jijik ini atau sikap dari mereka yang kayak gitu sama saya dan teman-teman saya di pesawat. Itu membuat saya terluka lagi," jelas Olvah.

Meski begitu, Olvah menekankan penjelasan yang diberikannya tidak membenarkan sikap rasismenya. Ia pun mengaku tidak bersikap bijaksana dan emosional pada saat itu.

Di akhir video, Olvah kembali menyampaikan permintaan maaf. Ia juga berharap orang-orang dapat mengambil pelajaran dari tindakan yang dilakukannya.

"Saya minta maaf kepada semua pihak yang tersinggung dengan bahasa saya. Saya akan belajar lebih baik ke depannya dan saya harap semua juga belajar dari saya agar tidak melakukan hal yang sama," ucapnya.

KABAR LAINNYA