Terima Jadi ASN Polri, Novel Baswedan Cs Harap Bisa Kembali ke KPK

LIMAPAGI - 44 eks pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerima tawaran Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menjadi aparatur sipil negara (ASN) Polri.

Mantan penyidik KPK Novel Baswedan mengatakan, meski menerima menjadi ASN Polri, dia berharap bisa kembali ke lembaga antirasuah.

"Pada dasarnya suatu saat saya berkeinginan dan kawan-kawan yang punya semangat dan kompetensi keahlian yang benar-benar luar biasa serta memiliki integritas yang tinggi yang selama ini telah ditunjukkan, pada saat tertentu bisa kembali ke KPK," kata Novel usai uji kompetensi menjadi ASN Polri di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 7 Desember 2021.

Baca Juga: 12 Mantan Pegawai KPK Menolak Jadi ASN Polri, Siapa Saja?

Senada dengan Novel, mantan Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo Harahap mengatakan, dia juga ingin kembali ke KPK.

"Saya masih yakin bahwa saya bisa kembali ke KPK untuk bisa kembali membangun kepercayaan masyarakat kepada KPK," ucap Yudi.

Hal yang sama juga diungkapkan eks Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK, Giri Suprapdiono. Dia ingin kembali ke KPK jika masih ada kesempatan.

"Harapan kita bisa kembali ke KPK suatu saat nanti jika kondisinya memungkinkan. Karena mengapa itu alasan kuat kita mau bergabung di sini (ASN Polri). Karena salah satu cara bisa kembali ke KPK, merebut marwah KPK yang lagi turun adalah ya kita melakukan yang terbaik dulu di Polri," jelas Giri.

Yudi Purnomo menambahkan, tugas yang akan mereka lakukan di Polri adalah mengawasi dana Covid-19 dan proyek-proyek strategis nasional.

"(Mengawasi) Proyek-proyek strategis nasional. Kemudian dana pemulihan ekonomi nasional yang sangat kuat dan memang belum ada orang-orang atau instansi yang mengawasi terhadap proyek strategis tersebut yang tadi disebutkan," ucap Yudi.

Sebagai informasi, pada Senin, 6 Desember 2021, tercatat ada delapan eks pegawai KPK yang menolak menjadi ASN Polri. Hari ini, bertambah menjadi 12 orang.

12 orang yang menolak itu memiliki berbagai alasan. Dari mulai fokus menjalani bisnis, bekerja sebagai pengajar atau dosen, hingga menjalankan pemberantasan korupsi di tempat lain.

Polri pada Senin kemarin mengundang 57 eks pegawai KPK untuk sosialisasi dan menandatangani surat pernyataan bersedia menjadi ASN Polri.

Hari ini, 44 eks pegawai KPK menjalani uji kompetensi. Namun, uji kompetensi bukanlah syarat untuk menentukan mereka lolos atau tidak menjadi ASN Polri.

Korps Bhayangkara hanya ingin melihat kompetensi mereka untuk ditempatkan pada bidang-bidang yang sudah ditentukan.

Baca Juga: Terima Jadi ASN Polri, Novel Baswedan Sebut KPK Tak Serius Berantas Korupsi

Berikut daftar 12 eks pegawai KPK yang menolak menjadi ASN Polri:

1. Lakso Anindito
2. Rasamala Aritonang
3. Benydictus Siumlala Martin Sumarno
4. Tri Artining Putri
5. Rieswin Rachwell
6. Ita Khoiriah
7. Christie Afriani
8. Damas Widyatmoko
9. Wisnu Raditya Ferdian
10. Rahmat Reza Masri
11. Arien Winiasih
12. Agtaria
13. Nanang Priyono (Almarhum)

Daftar 44 eks pegawai KPK yang menerima jadi ASN Polri:

1. Praswad
2. Sinyal
3. Tino
4. Yudi
5. Heryanto
6. Arfin
7. Darko
8. Wahyu A D
9. Andi
10. Arief
11. A Damanik
12. Aulia
13. Herry
14. Chandra
15. Harun
16. Ninis
17. Sugeng B
18. Huda
19. Airien
20. Aini
21. Rizka
22. Fina
23. Herbert
24. Davie
25. Iguh
26. Nova
27. Farid
28. Agung
29. Arba'a Yudho
30. Samuel
31. Panji
32. Adi
33. Andre
34. Tigor
35. Novel
36. Yulia
37. Dina
38. Nita
39. Marina
40. Gagan
41. Hotman
42. Candra
43. Faisal
44. Giri

KABAR LAINNYA