Kembali Tertekan, Kurs Rupiah Ditutup ke Rp14.287 per USD

LIMAPAGI - Kurs rupiah di pasar spot tetap tertekan hingga akhir perdagangan, Kamis 25 November 2021. Mata uang Garuda terdepresiasi 22 poin atau 0,16 persen menjadi Rp14.287 per USD.

Data Bloomberg menunjukkan, penguatan greenback tertinggi berada di Rp14.299 dan terendah Rp14.266 per USD. Saat dibuka, rupiah ditransaksikan di Rp14.276 per USD.

Baca Juga: Dipukul Dolar AS, Kurs Rupiah Ditutup ke Rp14.265

Berdasarkan laporan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah ditransaksikan di Rp14.280 per USD dari sebelumnya Rp14.272.

Ditarik dari sepekan terakhir, mata uang Garuda sudah melemah 0,26 persen. Dalam sebulan terakhir, rupiah terdepresiasi 0,68 persen, tiga bulan menguat 1,05 persen dan transaksi harian secara tahunan (year to date/ytd) melemah 0,56 persen.

Baca Juga: Tertekan Dolar AS, Kurs Rupiah Tersungkur ke Rp14.257

Berbalik dengan rupiah, mayoritas mata uang kawasan Asia menguat terhadap greenback. Yuan China terapresiasi 0,14 persen, Dolar Hong Kong 0,03 persen, Yen Jepang 0,09 persen, Dolar Singapura 0,15 persen dan Baht Thailand 0,18 persen.

Selanjutnya, mata uang negara maju tertekan terhadap dolar AS. Dolar Australia terdepresiasi 0,11 persen, Euro 0,22 persen dan Poundsterling Inggris 0,17 persen.

KABAR LAINNYA

Discussion about this post