Kepala BPS: Indonesia Beruntung Inflasi Rendah saat Pandemi

LIMAPAGI - Di tengah pandemi Covid-19, Indonesia dinilai beruntung memiliki angka inflasi yang cukup rendah. Sehingga Masyarakat tidak kekurangan pasokan barang yang diperlukan.

Hal ini diutarakan oleh Kepala Badan Pusat Stastitik (BPS) Margo Yuwono, Kamis, 25 November 2021.

Baca Juga: Antisipasi Tekanan Inflasi, Pemerintah Diminta Benahi Rantai Pasok Barang

"Kita beruntung memiliki inflasi yang rendah, karena pasokan di dalam negeri yang terjaga," ungkap Margo.

Dengan demikian, dirinya menilai masyarakat di Tanah Air belum pernah merasakan kesulitan mendapatkan barang atau komoditas selama pandemi untuk dikonsumsi. Sehingga inflasi menjadi terkendali.

Mengutip Antaranews, di negara lain, tingkat inflasi mulai melonjak antara lain di Amerika Serikat hingga Eropa, di mana harga-harga barang dan komoditas melonjak sangat tinggi karena sempat terganggunya produksi barang akibat disrupsi Covid-19.

"Di tingkat produsen beberapa negara, sudah ada pergerakan harga yang tinggi, bahkan keadaan ini ditakutkan akan sampai ke konsumen," ujar Margo.

Kendati demikian, ia berpendapat efek lonjakan inflasi internasional tersebut tetap perlu dipikirkan untuk ke depannya dan dipelajari untuk mengantisipasi kemungkinan adanya kelangkaan produksi di dalam negeri.

Baca Juga: Mobilitas Meningkat, Inflasi Berpotensi Meningkat

BPS mencatat inflasi Januari hingga Oktober 2021 mencapai 0,9 persen (year to date/ytd), sedangkan inflasi Oktober 2021 dibandingkan dengan Oktober 2020 yakni 1,66 persen (year on year/yoy).

Dalam menentukan inflasi, setidaknya ada 800 komoditas yang dipantau harganya oleh BPS, semakin banyak konsumsi dan semakin tinggi bobot komoditas tersebut, maka akan semakin besar pula pengaruhnya terhadap inflasi.

KABAR LAINNYA

Discussion about this post