Radhan Nur Alam: Saya Menangis Melihat Kondisi Kendari

LIMAPAGI - Tokoh muda di Sulawesi Tenggara (Sultra), Radhan Al Gindo Nur Alam, mengaku sedih melihat kondisi Kota Kendari saat ini. Dia bahkan sampai menangis dibuatnya.

Hal itu disampaikan Radhan Nur Alam saat diwawancarai di salah satu stasiun radio di Kendari, beberapa waktu lalu. Dia ditanya bagaimana pandangannya melihat kondisi Kota Kendari, khususnya di masa pandemi Covid-19.

"Saya menangis lihat Kendari sekarang ini. Bukan resah, menangis. Berduka," tegas Radhan Nur Alam.

Baca Juga: Radhan Nur Alam: Lebih Baik Melawan Daripada Menyerah Pada Kemunafikan

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Sultra itu mengatakan, semua masyarakat mengalami kesulitan. Itu setelah melihat langsung kondisi di lapangan.

"Saya lihat keseharian mereka. Menangis saya," tuturnya.

Putra dari anggota Komisi X DPR RI, Tina Nur Alam, tersebut kemudian mengkritik Pemerintah Kota Kendari. Menurutnya, pemerintah daerah tak cakap dalam menghadapi situasi pandemi.

"Pemerintah daerah tidak benar dalam menyikapi persoalan Covid-19. Bantuan ke masyarakat kurang," kata adik dari Sitya Giona Nur Alam tersebut.

(ANTARA FOTO/Jojon/tom) Warga menggunakan sampan memungut sampah plastik di Kecamatan Kasilampe, Kendari, Sulawesi Tenggara.

Kesusahan itu, lanjutnya, sangat dirasakan masyarakat.

Politisi berusia 24 tahun ini menilai, harusnya pemerintah ada di tengah-tengah masyarakat di kondisi sulit akibat pandemi Covid-19.

"Walaupun APBD dan lain sebagainya tidak mencukupi, minimal pemerintah memberikan saran dan masukan seperti apa langkah dalam menjalani kehidupan yang modelnya seperti ini agar bisa survive," sebut Radhan Nur Alam.

KABAR LAINNYA